Apa Itu Pph 21? Dan Berapa Tarif Yang Dikenakan Bagi Wajib Pajaknya?

Ada banyak sekali macam-macam pajak yang ada di Indonesia, namun tidak semua orang memahami semua jenis pajak tersebut.

Sudah pernahkah Anda mendengar Pajak Penghasilan Pasal 21? Saat ini sudah banyak aplikasi pph 21, jadi aplikasi ini memudahkan anda dalam menghitung pph 21. Jika belum, yuk simak pengertiannya berikut ini.

PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri (Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015).

Apa Itu Pph 21? Dan Berapa Tarif Yang Dikenakan Bagi Wajib Pajaknya?
Apa Itu Pph 21? Dan Berapa Tarif Yang Dikenakan Bagi Wajib Pajaknya?

Setelah mengetahui pengertiannya, tak lengkap rasanya jika tidak mengetahui pekerjaan apa saja yang dikenai pajak 21 seperti yang disajikan berikut ini:

  • Pegawai
  • Penerima uang pensiun, penerima uang pesangon, tunjangan hari tua, termasuk juga ahli warisnya wajib membayar pajak ini.
  • Kategori bukan pegawai yang diwajibkan membayar pajak PPh 21 meliputi:
    • Tenaga ahli yang berprofesi sebagai pekerja bebas, seperti akuntan, pengacara, dokter, arsitek, aktuaris, konsultan, notaris, dan penilai.
    • Pekerja hiburan dan seni seperti pembawa acara, pemain musik, pelawak, penyanyi, bintang sinetron, sutradara, bintang iklan, foto model, kru film, pemain drama, pelukis, pemahat, bintang iklan, dan seniman lainnya.
    • Olahragawan.
    • Pengajar, penasihat, pelatih, moderator, penyuluh, dan penceramah.
    • Penerjemah, pengarang, dan peneliti.
    • Pemberi saja di berbagai bidang meliputi komputer dan sistem aplikasinya, teknik, fotografi, elektronika, sosial, ekonomi, dan pemberi jasa bagi suatu kepanitiaan.
    • Agen iklan.
    • Petugas yang menjajakan barang dagangan.
    • Pengelola atau pengawas proyek.
    • Penemu pelanggan atau pembawa pesanan atau yang menjadi perantara.
    • Petugas dinas luar yang berkaitan dengan asuransi.
    • Distributor perusahaan.
  • Anggota Dewan Komisaris yang tidak menjabat sebagai pegawai tetap bagi perusahaan yang sama.
  • Mantan pegawai.
  • Peserta kegiatan yang memperoleh atau menerima penghasilan sebab keikutsertaannya di dalam kegiatan tersebut. Contohnya:
    • Peserta perlombaan di semua bidang, seperti seni, olahraga, ilmu pengetahuan, ketangkasan, teknologi, dan lain-lain
    • Peserta konferensi, rapat, kunjungan kerja, sidang, dan pertemuan
    • Anggota ataupun peserta dalam suatu kepanitiaan yang berperan sebagai penyelenggara dari kegiatan tersebut
    • Peserta pendidikan serta pelatihan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Setelah mengetahui siapa saja yang berkewajiban untuk membayar pajak penghasilan pasal 21, yuk simak berapa besar prosentase pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak yang memiliki NPWP berdasarkan pasal 17 ayat (01) huruf a Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 berikut ini:

  1. Dikenai biaya 5% untuk wajib pajak yang penghasilan tahunannya sampai dengan Rp50.000.000.
  2. Dikenai biaya 15% untuk wajib pajak yang penghasilan tahunannya mencapai di atas Rp50.000.000 – Rp250.000.000.
  3. Dikenai biaya 25% untuk wajib pajak yang penghasilan tahunannya mencapai lebih dari Rp250.000.000 – Rp500.000.000.
  4. Dikenai biaya 30% untuk wajib pajak yang penghasilan tahunannya lebih dari Rp500.000.000
  5. Untuk Anda yang tidak memiliki NPWP, maka akan dikenai biaya sebesar 20% lebih tinggi daripada yang memiliki NPWP.

Jadi, sebaiknya Anda membuat NPWP terlebih dahulu agar tarif dari pajaknya lebih murah, sehingga tidak terlalu menguras pendapatan Anda.
Dengan mengetahui beberapa informasi tersebut, Anda menjadi lebih tahu siapa saja yang wajib membayar pajak penghasilan berdasarkan pasal 21 dan berapa tarif yang dikenakan. Perlu diingat, bahwa tarif antara yang memiliki NPWP dengan yang tidak memiliki NPWP berbeda.

Sebagai warga negara yang baik, bayarlah pajak sesuai dengan tarif yang telah ditentukan dan jangan sampai telat membayar pajak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *