Batas Wilayah Indonesia Berdasarkan Penelitian

Batas Wilayah Indonesia Berdasarkan Penelitian – Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang batas wilayah indonesia berdasarkan penelitian. Serviks berfungsi sebagai tempat transportasi spermatozoa dan menghambat masuknya bakteri saat bunting, vagina berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran kelahiran, klitori berfungsi sebagai saraf perasa saat kopulasi, sedangkan vulva berfungsi untuk tempat masuk penis serta jalan keluarnya fetus (Waluyo, 2014). Alat reproduksi betina telah terbentuk jauh sebelum dilahirkan. Setelah dilahirkan organ tersebut berkembang tahap demi tahap sampai dewasa dan mampu mengandung serta melahirkan anak. Peristiwa ini disebut pubertas dan organ ini akan berkembang sampai tercapainya perumbuhan yang sempurna sesuai dengan perkembangan badannya. Pubertas pada sapi perah betina terjadi pada umur 8-11 bulan.

Batas Wilayah Indonesia Berdasarkan Penelitian

Berdasarkan penelitian diperoleh batas wilayah indonesia yang membagi tiap tiap wilayahnya. Umur dan berat badan sewaktu timbulnya pubertas berbeda menurut jenisnya. Estrus sering terjadi pada umur yang sangat muda karena pengaruh lingkungan, sehingga apabila terjadi konsepsi atau pembuahan akan membahayakan hewan tersebut (Waluyo, 2014). Reproduksi merupakan salah satu indikator yang berpengaruh terhadap keuntungan suatu usaha peternakan sapi perah. Efisien atau tidaknya performa reproduksi sapi perah induk berpengaruh langsung dalam keuntungan yang akan diperoleh perusahaan (Gröhn dan Rajala-Schultz, 2000). Proses reproduksi pada usaha sangat penting untuk mempertahankan produksi susu yang konsisten dan menghasilkan ternak pengganti (APHIS, 2009).

Performa sifat-sifat reproduksi yang optimum dan konsisten selama waktu pemeliharaannya menunjang tercapainya efisiensi reproduksi dari ternak yang dipelihara. Angka ripitabilitas dari sifat-sifat reproduksi ideal yang tinggi dan berkontinuitas dari hewan ternak setiap tahunnya dapat memberikan dampak yang baik bagi jalannya usaha. (Rasad, 2009). Reproduksi pada hewan betina merupakan suatu proses yang kompleks dan dapat terganggu pada berbagai stadium sebelum atau sesudah permulaan siklus reproduksi (Rasad, 2009). Kegagalan reproduksi adalah tidak tercapainya efisiensi reproduksi pada seekor ternak atau kelompok ternak secara optimal (Triwulaningsih, dkk., 2009). Inilah batas wilayah indonesia yang dapat diketahui melalui penelitian.

Faktor-faktor internal yang dapat mengganggu proses reproduksi dan dapat menyebabkan kegagalan reproduksi pada berbagai kondisi diantaranya adalah hormonal, genetik dan infeksi penyakit (Triwulaningsih, dkk., 2009) serta kondisi fisiologis organ reproduksi setelah beranak (Salisbury dan Vandemark, 1985). Faktor eksternal yang dapat mengganggu proses reproduksi dan mempengaruhi performa reproduksi sehingga harus diperhatikan dengan baik di dalam pengelolaan sapi perah diantaranya adalah lingkungan, nutrisi dan manajemen (Triwulaningsih, dkk,. 2009; Firman, 2010). Demikianlah penjelasan tentang batas wilayah indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *