Pemanas Air Buatan Sendiri Dengan Bahan Sederhana

Dengan pemanas air buatan sendiri yang sederhana, maka budget untuk mandi air hangat pun bisa hemat. Alat yang mahal tidak selama-lamanya susah diperoleh. Walau harga mesinnya beberapa puluh juta, nyatanya tiruannya dapat di buat dengan cost amat murah-meriah.

Pemanas Air Buatan SendiriMahasiswa muda itu selalu bersembunyi ‘keong’ dibawah prototipe alatnya. Matanya cermat mengawasi perubahan angka di alat sebesar kepalan bayi, berwarna hijau. Itu, temperatur mtr.. Walau peluhnya bercucuran, bukannya hindari panas, Mahasiswa muda itu jadi nekat menjemur alatnya (pemanas air buatan sendiri) dibawah sinar matahari yang makin menyala.

Pemanas air buatan sendiri itu mesti bekerja dibawah sinar matahari.

Kami, terdiam sebagian waktu. Siang itu memanglah panas sekali. Mahasiswa muda yang dari barusan bersembunyi dibawah prototipe alatnya menyembulkan kepala, sekali-dua kali. Meyakinkan aliran serta debet air mengalir sesuai sama hasratnya, pada alat pemanas air buatan sendiri itu.

Namun tidak lama, ia kembali pada kolong alatnya. Repot juga memandangnya. Namun pemuda kumisan serta berbehel itu, gigih membuat pemanas air buatan sendiri. Tangannya selalu memencet-mencet switcher atau saklar yang menggabungkan beberapa puluh titik sensor memonitor perubahan panas air.

Kami memanglah mesti lebih sabar. Tidak bisa mengganggu juga. Sebab, Mahasiswa muda itu tengah mengukur perubahan suhu dengan priodik. Menganggu sebagian menit saja, sama berarti memohon dia meneruskan penelitian pemanas air buatan sendiri di keesokan hari.

Hingga pada akhirnya Mahasiswa muda bertopi itu berhenti. Ia menyeka keringat yang bercucuran di dahinya. Smartphone yang sejak dari barusan selalu dipakai memfoto beberapa perubahan suhu pemanas air buatan sendiri, diistirahatkan kedalam kantong celana. Mahasiswa muda itu tengah membuat alat Water Heater atau pemanas air yang umum dipakai di kamar mandi.

Berbahan juga termasuk simpel. Limbah plastik, kayu serta pipa tembaga. Nama Mahasiswa muda yang repot itu, Muchlis Pratama. Mahasiswa fakultas tehnik, bagian ketrampilan konversi daya. Sekian waktu paling akhir ini, ia repot mempelajari alat murah namun berkwalitas ‘mahal’ itu, pemanas air buatan sendiri.

Tetapi, saat ia coba mencari tahu harga alat pemanas air buatan sendiri, ia pernah berpikir mesti mengubur dalam-dalam hasratnya. Pasalnya, harga mesin pemanas termasuk sangatlah mahal.

Kalau yang untuk pribadi (tempat tinggal) itu harga pemanas air buatan sendiri sekitaran dua beberapa puluh juta rupiah, pasti bila untuk hotel, berlipat ganda kali mungkin saja mahalnya. Belum juga daya listrik yang di habiskan.

Hingga pada akhirnya, seseorang partnernya memberikannya inspirasi. Memakai panas matahari untuk memanaskan molekul air. Bila di perhatikan, inspirasi Muchlis termasuk sangatlah simpel. Prinsipnya ia cuma perlu reflektor cahaya matahari, supaya partikel sinar konsentrasi menembak pipa tembaga pada pemanas air buatan sendiri itu yang peka pada suhu.

Harga pipa tembaga atau ada pula yang mengatakan Pipa AC ini permeternya hanya Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Bisa disebut cuma ini (pipa tembaga pemanas air buatan sendiri) yang butuh dibeli, sesaat yang lain dapat di buat dari limbah kayu serta sampah.

Untuk mengoptimalkan partikel sinar matahari ‘membakar’ pipa tembaga, jadi rancangan reflektor pemanas air buatan sendiri di buat demikian rupa hingga mirip 1/2 tabung. Dalam masalah ini, berlaku keadaan makin luas reflektor serta panjang tabung, makin besar partikel sinar serta panas yang dibuat. Jadi, sistem pemanasan air mungkin saja lebih cepat dengan catatan reflektor serta panjang tabung serta pipa tembaga ditambah.

Dengan panjang tabung pemanas air buatan sendiri serta pipa tembaga satu mtr. saja perubahan suhu air bertambah menjangkau 37 derajat celcius.

Ada penambahan penting suhu air waktu itu. Dari awalannya di kisaran 15 – 20 derajat celcius, naik sekitaran 17 – 22 derajat celcius, sesudah melalui pipa tembaga selama satu mtr.. Uniknya sekali lagi, dari tiga sampel limbah atau sampah yang dipakai, malah yang terbagus merefleksikan sinar matahari untuk pemanas air buatan sendiri yaitu plastik.

Kalau yang gunakan limbah CD serta kaleng bekas (second) panas yang dibuat tidaklah terlalu bagus, malah limbah plastik yang terbagus.

Muchlis mengerti, alat pemanas air buatan sendiri yang dikembangkannya memanglah masih tetap perlu penyempurnaan. Terlebih untuk ketahui ordinat letak pipa, besar tabung hingga didapat panas baik.

Kalau water heater itu kan panas air dapat di kasaran 70-80 derajat celcius, maka dari itu alat ini mesti dimodifikasi sekali lagi agar raih panas baik. Lantas baimana supaya panas yang dihasilakn sesudah lewat pipa tembaga pemanas air buatan sendiri tetaplah bertahan. Buat saja penampung atau bak dari batu, karna batu yaitu benda penahan panas yang terbaik.

Terkecuali bahan adalah benda yang banyak didapat di sekitaran, daya panas yang dibuat juga murni dari sinar matahari. Hingga alat pemanas air buatan sendiri ini nihil daya listrik. Sesaat untuk memiliki panas air baik, seperti yang berada di hotel, cukup sediakan saluran (pipa) air yang spesial untuk air dengan suhu normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *