Prosedur Audit Aset Tetap Yang Benar

Aktiva tetap atau harta tetap merupakan sebuah aset utama yang sering menjadi target utama dalam tindakan audit aset. Dalam melakukan audit aset, tidaklah dilakukan secara sembarang, melainkan harus dilakukan dengan prosedur – prosedur yang berlaku. Dalam Prosedur audit aset tetap terdapat 8 langkah atau 8 tahap yang harus dilakukan. Tujuan dari tahap – tahapan tersebut adalah untuk memastikan bahwa saldo yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang sudah diaudit bebas dari tindakan fraud atau kecurangan, selain tahap – tahapan audit ini digunakan untuk untuk mengungkap adanya transaksi aset tidak valid, mengungkap penilaian aset yang tidak patuh dan untuk melakukan klasifikasi aset yang keliru.

Tahap – Tahap dalam Audit Aset Tetap

prosedur audit atas aset tetap

1. Mempelajari dan mengevaluasi kontrol internal

auditor hendak memakai internal control questionnaires (icq). icq menggambarkan satu dari tata cara trik mendokumentasikan sistem pengendalian internal. auditor mempraktikkan prosedur evaluasi resiko dan juga uji kontrol. sebagian ciri pengendalian internal yang baik ialah, anggaran senantiasa yang dipakai buat menaikkan peninggalan senantiasa. sebagian yang yang lain meliputi, akumulasi ataupun penarikan peninggalan wajib diotorisasi oleh pihak berwenang, dan juga terdapatnya kebijakan tertulis tentang kapitalisasi dan juga kebijakan depresiasi.

2. Meminta Jadwal teratas dan Jadwal pendukung atas aset tetap atau aktiva tetap

dalam audit aset atau aktiva senantiasa, berarti buat memperoleh agenda paling atas aktiva senantiasa pula agenda pendukung aset senantiasa. data ini berisikan saldo dini, pengurangan dan juga akumulasi saldo akhir di aktiva harga maupun penumpukan penyusutan. perihal ini buat mempelajari gimana peninggalan senantiasa dikelola oleh manajemen dengan baik sampai-sampai audior dapat menilainya.

3. Pemeriksaan dan Penjaminan

auditor hendak mengecek catatan kaki dan juga cross footing kemudian mencocokannya dengan harian universal ataupun novel besar menimpa saldo dini dengan makalah kerja tahun kemudian. setelah itu penjaminan tentang akumulasi dan juga pengurangan aset senantiasa. buat akumulasi, wajib dicermati kelengkapan dokumen dan juga pula otorisasinya. dan juga yang amat berarti apakah sudah terdaftar di anggaran. buat pengurangan, ditilik pada entri jurnalnya.

4. Memeriksa fisik aset tetap dan Pengecekan kondisi

dibutuhkan pengecekan raga dari aset senantiasa dan juga di cek kondisinya apakah masih berperan dengan baik ataupun tidak. dalam pengecekan aset raga ada 2 komentar, yang kesatu merupakan akumulasi di tahun berjalan bila jumlahnya besar dan juga mengutamakan akumulasi aset yang baru.

5. Pemeriksaan bukti pemilikan, kapitalisasi dan kebijakan depresiasi

contohnya dalam pengecekan fakta pemilikan merupakan, dicocokannya chasis, no mesin dan juga plat kendaraan yang tercantum dalam bkpb dan stnk. berarti pula buat mengecek surat-surat kepemilikan gedung, tanah, kendaraan, apakah atas nama industri. buat kapitalisasi dan juga kebijakan depresiasi, cek apakah tidak berubah-ubah dengan tahun sebelumnya.

6. Memperhitungkan penyusutan aset tetap

sebagian aset senantiasa serupa gedung dan juga perlengkapan hadapi penyusutan. bagaikan auditor yang melaksanakan audit aset senantiasa, berarti buat mengecek ketepatan perhitungan penyusutan yang terbuat oleh industri. akurasi pengeluaran penyusutan jadi penggalan dari pengeluaran penciptaan yang bertabiat tidak langsung.

7. Memeriksa hal-hal lain yang dianggap penting

perihal lain berbentuk notulen rapat, konfirmasi dari bank, perjanjian kredit, komitmen yang terbuat oleh industri apakah melaksanakan transaksi jual beli aset senantiasa. wajib ditilik pula apakah terdapat aset yang didapat lewat proses leasing. bila terdapat, cek perjanjiannya dan juga apakah sudah setimpal dengan standar. bila terdapat aset yang dijaminkan, cek ciri terima fakta kepemilikan.

8. Periksa Kesesuaian dengan standar

apakah di dalam kabar keuangan klien sudah setimpal dengan sak ataupun belum. dari mulai kabar posisi keuangan, ataupun di kabar laba rugi. pencatatan dicoba diatas kabar keuangan ataupun di lampiran. auditor wajib mengecek apakah kabar keuangan sudah setimpal standar yang dipakai.

Demikianlah pembahasan terkait audit atas aset tetap, tindakan audit aset tetap diperlukan dalam sebuah perusahaan, mengapa? karena dengan adanya audit ini maka dapat mencegah terjadinya kecurangan dalam penyajian saldo aset dalam laporan keuangan, mengungkap adanya transaksi aset tidak valid, mengungkap penilaian aset yang tidak patuh dan untuk melakukan klasifikasi aset yang keliru. Mengingat begitu pentingnya audit aset tetap ini, maka banya perusahaan yang menggunakan jasa audit untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam bisnisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *