Ulasan Singkat Terkait Pertanyaan Tentang Hukum Berkurban dalam Islam

Ibadah kurban menjadi salah satu jenis ibadah yang amat disyariatkan dalam Islam. Tak hanya bagi mereka yang kaya saja, namun ibadah kurban juga disyariatkan untuk semua muslim yang mampu. Mampu di sini dalam artian memiliki cukup pangan, pakaian dan tempat berteduh selama 4 hari di tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah dan masih memiliki sisa harta untuk bisa membeli hewan kurban. Untuk itu, semua muslim yang sudah baligh dan mampu sesuai ketentuan tersebut pada dasarnya sudah dapat dihukumi untuk berkurban.

 

Memang hukum berkurban dalam Islam sendiri sebetulnya bukanlah wajib, namun sunnah muakkad. Tetapi perlu diketahui jika sunnah muakkad ini adalah hukum yang dekat sekali dengan wajib sehingga sunnah yang amat dianjurkan. Selain ketentuan hukum kurban, banyak juga pertanyaan yang kerap muncul terkait adanya ibadah kurban ini. Berikut ini beberapa pertanyaan dan jawaban singkatnya:

 

  1. Kapan hewan kurban bisa disembelih?

Ketentuan dalam penyembelihan hewan kurban adalah setelah dilaksanakannya sholat Ied sampai 3 hari setelahnya yaitu ketika hari tasyriq. Namun yang lebih utama adalah semakin menyegerakan penyembelihan maka semakin baik.

 

  1. Kapan waktu terbaik penyembelihan hewan kurban?

Penyembelihan sendiri bisa dilakukan baik pagi, siang ataupun malam hari karena tidak ada waktu khususnya.

 

  1. Bagaimana ketentuan untuk hewan kurban melahirkan?

Apabila hewan kurban tersebut melahirkan, maka anak yang dilahirkan juga harus ikut disembelih. Hal ini lantaran induknya dikurbankan untuk Allah SWT sehingga anak juga ikut dengan induknya. Ketentuan ini adalah sudah berdasar hasil kesepakatan dari jumhur ulama.

 

  1. Bolehkah penyembelihan hewan kurban diwakilkan?

Untuk keutamaannya, hewan kurban baiknya disembelih sendiri. Namun jika ingin mewakilkannya, maka hal ini diperbolehkan asalkan yang menyembelih juga seorang muslim.

 

  1. Adakah bid’ah dalam menyembelih?

Bid’ah yang kerap dilakukan antar daerah hingga negara bisa berbeda-beda. Dalam hal ini tidak ada dalil yang mengatur hal tersebut namun seolah dilaksanakan seperti ibadah. Beberapa bid’ah yang kerap dilakukan diantaranya:

 

  • Berwudlu terlebih dulu sebelum menyembelih hewan kurban.
  • Mengusap darah ke bagian kepala atau bulu hewan sembelihan seusai penyembelihan.
  • Memutus kaki dan tangan hewan langsung setelah selesai disembelih.
  • Menyembelih hewan kurban atas nama fakir miskin.

 

Itulah beberapa pertanyaan yang kerapkali simpang siur di masyarakat terkait ibadah berkurban ini. Ada juga beberapa hal makruh yang dilakukan terkait penyembelihan ini diantaranya mengasah pisau di depan hewan kurbannya. Selain itu, menyembelih hewan kurban lain di depan hewan kurban yang masih hidup juga dimakruhkan. Segala ketentuan dan hukum yang ada dari para ulama adalah didasarkan dari Al-Qur’an dan hadits sehingga manfaatnya adalah untuk kebaikan sehingga pastikan mengikuti ketentuan yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *